Oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Lagu tradisional Minahasa berjudul Ampuruk yang menggambarkan tentang pengalaman melihat keindahan alam dari puncak gunung mengalun merdu dari alat musik tradisional Kolintang yang dimainkan oleh para penyandang cacat netra. Ampuruk, menjadi awal penampilan inti dari Kegiatan bertajuk Malam Ekspresi Tuna Netra, Sabtu 16 Oktober 2010, di Manado. Malam ekspresi tuna netra merupakan bentuk Demo para tuna netra dalam kemahiran memainkan alat musik tradisional.
Para audiens yang memadati Ruang restoran Big Fish sebagai tempat terselenggaranya acara; sangat terkesan dan larut dalam suasana gembira menyaksikan penampilan apik para tuna netra yang piawai memukulkan.
stick pada bilah-bilah kayu kolintang dan juga sukses membawakan lima buah lagu tanpa kekeliruan.
Apalagi setelah penampilan kolintang deteruskan dengan demo alat musik harmoniika sisir dengan membawakan lagu-lagu pop daerah seperti Torang samua basudara. Melalui lagu ini mereka ingin menegaskan bahwa semua yang hadir di tempat itu khususnya dan masyarakat manado umumnya adalah baku saudara, baku sayang, dan baku bae sekalipun ada perbedaan suku, agama, status sosial bahkan kondisi tubuh yang normal ataupun cacat.
Kegiatan malam ekepresi tuna netra merupakan hasil kerja sama antara beberapa siswa PSBN Tumou Tou Manado, Yayasan SLB Borthemeus, dan eks penerima manfaat PSBN Tumou Tou Manado yang tergabung dalam organisasi PERTUNI Sulawesi Utara. Kegiatan malam ekspresi tuna netra yang berlangsung dari jam 20.00 s.d jam 22.00 WITA dikemas dengan sedikit formal, karena secara keseluruhan dimulai dengan menyanyikan lagu Hymne PERTUNI dan sambutan Ketua PERTUNI SULUT Cynthia Montolalu (tuna netra berstatus PSN Pemkot Manado).
Hadir dalam kesempatan itu adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop. Sulut DR. Drh. F D. Rotinsulu yang mewakili kehadiran Gubernur Sulut SH. Sarundajang, Pejabat teras Prop. Sulut, tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama dan beberapa tetua adat. Tidak ketinggalan, hadir pula kepala Panti Sosial Bina Netra Tumou Tou Manado Ibu Dra. Kamsiaty Rotty, M.Pd.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Gubernur SH. Sarundajang intinya sangat mendukung berbagai upaya mempromosikan dan mengangkat budaya lokal melalui alat-alat musk dan lagu-lagu tradisional. Sementara secara pribadi Kadis Budpar merasa sangat kagum dengan penampilan penyandang cacat netra yang mampu menunjukkan kemahiran mereka membawakan alat-alat musik tradisional. Beliau berjanji akan siap menjalin kerja sama dengan PERTUNI dalam usaha memajukan budaya Sulawesi Utara.
Acara malam ekspresi tuna netra yang dikawal oleh MC kawakan Kota Manado Om Kale, menurut ketua panitia Ardin Rahman diadakan dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang direncanakan akan diadakan pada akhir tahun 2010.
Hidup harus menjadi inspirasi untuk giat melakukan sesuatu YANG BERMAFAAT BAGI DIRI DAN ORANG LAIN
Entri Populer
-
oleh : Djunaedi, S.Pd.I Penyuluh Sosial pada PSBN Tumou Tou Manado SESUNGGUHNYA MANUSIA DICIPTAKAN ...
-
Djunaedi Saat seseorang mengharapkan orang lain di sekitarnya menilainya dengan kesan positif, ...
-
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I Lagu tradisional Minahasa berjudul Ampuruk yang menggambarkan tentang pengalaman melihat keindahan alam dari punc...
-
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I Penyuluh Sosial pada Panti Sosial Bina Netra Tumou Tou Manado Badan ke...
-
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I Penyuluh Sosial pada PSBN Tumou Tou Manado Bercermin Da...
-
oleh : Djunaedi, S.Pd.I Menurut definisi yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) traficking berarti perekrutan, pengangkut...
-
Menggapai Kesolehan Sosial Dengan Ibadah Qurban oleh : Djunaedi, S.Pd.I Penyuluh Sosial pada PSB...
-
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I Menarik juga mengikuti debat para ahli dan praktisi hukum seperti Todung Mulya Lubis, Bonaran Situmeang, OC Kaligi...
-
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I FAKTA akan adanya tindak keker...
-
Djunaedi, S.Pd.I Traficking anak dan perempuan atau jual beli manusia dengan berbagai motif belum selesai berlangsung. Data menunjukkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar