Hidup harus menjadi inspirasi untuk giat melakukan sesuatu YANG BERMAFAAT BAGI DIRI DAN ORANG LAIN
Entri Populer
Kamis, 02 Desember 2010
Kamis, 25 November 2010
IBADAH QURBAN MANGIKIS SIFAT KIKIR DAN SERAKAH
oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Penyuluh Sosial pada PSBN Tumou Tou Manado
SESUNGGUHNYA MANUSIA DICIPTAKAN BERSIFAT KELUH KESAH LAGI KIKIR . (QS. Al Ma’arij : 19)
Penyuluh Sosial pada PSBN Tumou Tou Manado
SESUNGGUHNYA MANUSIA DICIPTAKAN BERSIFAT KELUH KESAH LAGI KIKIR . (QS. Al Ma’arij : 19)
Tepatnya
tanggal 10 Zulhijjah 1431 H lalu, setidaknya seperempat penduduk dunia dengan
identitas muslim sama-sama merayakan Idul Adha atau dikenal dengan Hari Raya
Qurban. Tanggal 10 Zulhijjah juga menjadi tanda dari puncak pelaksanaan Ibadah
Haji di Padang Arafah berupa Wukuf bagi saudara-saudara seiman yang tengah
menyempurnakan Rukun Islam kelima.
Sudah
menjadi tabiat manusia, bahwa di dalam dirinya melekat sifat hakiki yang
menjadi pelengkap kejadiannya, yakni kikir. Dalam pengeritan bahasa Arab biasa
disebut bakhil. Sifat kikir adalah sifat negative yang senantiasa berseamayam sepanjang
hidup seorang manusia. Tabiat kikir adalah tabiat yang menunjukkan sifat egois,
mau menang sendiri tanpa mau berbagi dengan sesamanya. Dan sifat kikir
berbanding lurus dengan sifat serakah.
Praktek
monopoli dengan menguasai pasar, mengkavling sumber daya, menimbun barang
kebutuhan pokok untuk mengeruk keuntungan sebasar-besarnya di saat tertentu,
merampas hak orang lain, memangkas dana bantuan sosial demi kesenangan pribadi,
memotong subsidi program kesejahteraan rakyat dan segala bentuk keculasan
lainnya, tak lain berangkat dari sifat kikir dan serakah.
Kewajiban Qurban
Allah
SWT sebagai pencipta Tunggal atas manusia yang telah melengkapinya dengan sifat
kikir, tentunya juga menawarkan kepada manusia akan suatu perangkat penjinaknya
yang dikemas dalam wujud kewajiban.
Bukan
sekedar zakat yang ditawarkan oleh Allah SWT dalam rangka mengikis sifat kikir yang
ada pada diri manusia, yang mana zakat ini menjadi bukti kesalehan sosial
seseorang setelah menghamba kepada Khaliqnya secara vertikal, tetapi juga bagi
orang yang memiliki harta melebihi dari keperluannya diperintahkan pula untuk
berqurban. Dalam Al Quran Surat Al Kautsar Allah SWT memerintah kita untuk
mendirikan shalat dan berqurban. Ibadah Shalat harus membawa atsar atau bekas berupa
kepedulian seseorang terhadap lingkungannya dan salah satu wajudnya adalah berqurban
hewan sembelihan.
Syariat
Qurban berangkat dari kisah klasik sebuah keluarga agung ribuan tahun lampau, pada
awalnya menyuratkan gambaran tentang upaya Tuhan menguji akan ketulusan cinta
hamba pada-Nya. Cinta yang akhirnya terbukti dengan kesediaan sang hamba menuruti
segala perintah-Nya, sekalipun dinilai sangat tidak rasional. Perintah
mengorbankan anak muda belia untuk disembelih jelas sulit untuk diterima nalar
manusia saat itu. Apalagi pemuda belia yang dimaksud telah lama dinantikan
kelahirannya setelah kurang lebih 80 tahun lamanya bahkan memaksa sang bapak
yang tua itu untuk berpoligami supaya terjadi regenerasi yang dapat melanjutkan
estafet perjuangan dakwahnya.
Selanjutnya,
peristiwa Qurban adalah salah satu cara Allah SWT mendidik keluarga tersebut (yang
kita kenal dengan keluarga Nabi Ibrahim beserta istrinya Siti Hajar dan
putranya Ismail) untuk berlaku ihsan kepada sesama manusia. Berbagi rasa dengan
menikmati karunia Allah SWT secara berjama’ah.
Pemotongan
hewan Qurban oleh kaum muslimin yang mampu untuk dibagikan kepada para fakir
miskin di kalangan umat, jelas mengharuskannya senantiasa mengikis sifat-sifat
kikir dan serakah yang tertanam dalam dirinya. Dengan seringnya berqurban maka
seseorang telah berupaya mencegah kekikiran menguasai kepribadiannya. Membabat
habis keengganan untuk bersedekah dan membantu orang lain. Belumlah cukup bagi
orang yang kaya jika ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hanya
mengandalkan pada ibadah shalat, wirid dan zikir tanpa berlaku baik kepada
sesama manusia.
Di
dalam sabdanya Rasul saw menyatakan, “tidak sempurna iman seseorang di antara
kamu hingga ia mempedulikan saudaranya”. Pengejawantahan nilai-nilai ubudiyah /
laku ibadah sekali pun, kurang cukup berarti jika tidak dibarengi dengan
kesalehan terhadap orang lain. Bahkan seorang hamba Allah berpotensi gagal langsung
masuk ke surga lantaran sikap sosialnya yang buruk dan kurang peduli dengan
sesama. Masa bodoh dan acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain sungguh
menggambarkan kondisi keimanan yang belum solid.
Semangat
berqurban sangat relevan dengan kondisi bangsa kita yang tengah dirundung
malang lantaran terlalu sering diterpa musibah bencana alam yang datang silih
berganti dari belahan timur nusantara hingga ke baratnya, dari banjir, gempa
hingga erupsi gunung berapi.
Kemauan
berqurban menyisihkan sebagian harta atau tenaga dan pikiran akan sangat
membantu meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang sehari-hari tinggal
di barak-barak pengungsian, yang jauh dari kondisi ideal. Hidup dengan ancaman
kekurangan makan, kedinginan, penyakit menular pernapasan, dan kondisi tak
nyaman lainnya sebagaimana mereka rasakan pada saat sebelum bencana terjadi.
Qurban
adalah symbol kebersamaan dan refleksi empati yang dalam sebagaimana hadits
nabi saw : “Perumpamaan orang-orang yang
beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka
adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh
tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘Alaihdari
al-Nu’man bin Basyir). Penderitaan saudara-saudara kita hakekatnya penderitaan
kita juga.
Di
tanah air kita Indonesia khususnya, perayaan Qurban yang penuh dengan
nilai-nilai sosial setidaknya terbukti menjadikan sebagian besar anak bangsa terbiasa
dengan aura / suasana berqurban untuk spontan bahu membahu mengulurkan bantuan
kemanusiaan di daerah-daerah bencana. Rela mengorbankan barang berharga yang
sangat dicintai, rela mengorbankan harta benda yang telah lama ditabung, dan
rela menyisihkan penghasilan yang sering tak banyak jumlahnya.
Akhirnya
melalui semangat Ibadah Qurban, mari kita tingkatkan solidaritas sosial. Kikis
habis segala sifat-sifat kikir yang menggoda hati kita, yang sering membuat
kita urung membantu sesama bahkan sering menguasai diri kita dan mendorong untuk
berlaku serakah terhadap orang lain.
Menggapai Kesolehan Sosial Dengan Ibadah Qurban
oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Penyuluh Sosial pada PSBN Tumou Tou Manado
Ummat Islam telah melaksanakan Idul Qurban selama kurang lebih 1400 tahun hingga kini. Untuk tahun 1431 H pelaksanaan Idul Adha nama lain Hari Raya Qurban tinggal 3 atau 4 hari lagi. Ritual Qurban adalah merupakan napak tilas dari sejarah suci keluarga yang dimuliakan Allah SWT.
Suatu ketika seorang lelaki tua tersentak bangun dari tidurnya setelah bermimpi sesuatu yang aneh. Dalam mimpinya lelaki tersebut tampak sedang melakukan prosesi penyembelihan anak muda yang masih belia dan tak lain putranya sendiri. Sempat termenung ia dan lebih memilih untuk tidak peduli.
Dia kaget lagi, mimpi pada malam sebelumnya terulang kembali. Mata bashiroh keimanannya mengatakan ini bukan mimpi biasa. Sebagai seorang yang sangat sensitive terhadap wahyu Ilahi dan memiliki insting kenabian tentu berpikir bahwa mimpinya mungkin perintah Allah SWT. Keyakinannya belum terlalu kuat.
Esoknya, di saat tidur ternyata kembali ia bermimpi hal yang sama. Setelah bermunajat kepada Tuhannya, ia pun yakin bahwa kembang tidur yang mengiringinya dalam tidur sekaligus memang benar-benar Perintah Allah SWT untuk mengorbankan seseorang yang sangat dicintai dan dirindukan kehadirannya sejak 80 tahun silam.
Lelaki tua yang selanjutnya kita pahami sebagai Nabi Ibrahim ini dengan sikap demokratis memanggil anaknya untuk berdiskusi membicarakan masalah yang tengah dihadapinya. Dengan gaya kebapakan nan bijak diserulah anaknya dengan kalimat pilihan dan dengan redaksi yang mantap.
Sejurus setelah selesai Nabi Ibrahim menyampaikan apa yang ia alami, Nabi Ismail memberikan tanggapan yang sangat sulit dicari tandingannya hatta jaman sekarang ini. Ya Bapak jika memang benar mimpi yang bapak alami adalah perintah dari Allah, maka laksanakanlah dan semoga kita termasuk orang-orang yang sabar. Timbulah perasaan syukur dan kagum pada diri Nabi Ibrahim akan jawaban monumental putranya. Sulit dibayangkan jika pertanyaan dengan kasus serupa diajukan kepada generasi sekarang ini.
Dan Ismail tidak terlahir dari ibu yang cacat akhlak dan keimanannya. Ismail dididik oleh bapak yang telah teruji kecintaannya kepada Ilahi Rabbi. Ismail adalah mantan bayi yang pernah hidup bersama sang bunda menantang ganasnya padang pasir ditinggal berdakwah sang ayah ke tanah Palestina. Intimidasi syetan yang menakut-nakutinya supaya urung menyambut seruan Ilahi berupa perintah penyembelihan dirinya dia lawan sekuat tenaga. Sekali perintah Allah diseur sekali pula ia laksanakan.
Siti Hajar adalah wanita tegar, juga tak terbantahkan kualitas imannya. Bersama Ismail yang masih merah ia ditinggal di padang sahara sebatang kara, tanpa bekal memadai mengurus si jabang bayi demi menjalankan titah Allah Yang Maha Perkasa. Cuma tawakkal dan optimis terhadap pertolongan Allahlah yang menemani keberaniannya untuk ditinggal jauh sang suami. Berjuang tiada henti menjemput asa keberadaan sumber air demi memenuhi tenggorokan yang kering bagi diri dan buah hati. Detepislah keraguan hasil bisikan dan godaan syetan yang menyamar untuk menggoyahkan hatinya saat kabar perintah penyembelihan anaknya oleh suaminya. Demi Allah apa pun ia siap korbankan.
Saat-saat yang genting telah tiba, di sebuah bukit telah terbaring pemuda Ismail dengan mata tertutup dan tangan kaki terikat kuat di atas batu. Sementara sebilah pedang tajam terhunus di tangan kanan sang Khalilullah Ibrahim a.s siap memisahkan kepala dan badan putranya tercinta. Dengan kepasrahan yang dalam dan hati yang ngilu Ibrahim memalingkan wajahnya ke kanan tak tahan menyaksikan apa yang akan terjadi, dan “Bismillahir Rahmaanir Rohiim” disembelihlah leher putranya lalu kemudian ……. Suaru domba mengembik menahan sakit dan darah muncrat mengenai lengan dan pakaian Ibrahim. ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD.
Allah ganti Ismail dengan seekor domba gemuk sebagai balasan bagi orang-orang yang sabar menjalankan perintah-Nya tanpa banyak bertanya. Kecintaan keluarga mulia Ibrahim as bersama istri dan anaknya kepada Allah SWT luar biasa besarnya. Coban demi cobaan mereka lalui dengan tawakkal dan keimanan. Hanya satu yang keluar dari mulut mereka saat Allah memberi perintah, “Sami’na wa atho’na”.
Fragmen sejarah yang diabadikan oleh Rasul saw sebagai ibadah tahunan atau hari raya umat Islam dan bergandengan dengan ibadah Haji mengandung banyak hikmah yang dalam dan tak akan habis untuk digali, amat sempurna dan amat sulit untuk dicarikan cacatnya. Setiap idul Adha semua ummat Islam yang mampu diwajibkan berqurban sebagai bentuk sikap sosial yang adiluhung terhadap orang yang miskin dan kesusahan. Berkorban untuk kemaslahatan ummat, itulah inti dari ajaran Qurban nabiyallah Ibrahim a.s.
Di sisi lain kita dapat mengambil ibroh tentang pola asuh dan pendidikan yang diterapkan oleh Ibrahim kepada keluarganya sungguh luar biasa sukses. Kita sebagai ummat Muhammad saw melalui teladan keluarga Ibrahim harus menjadikan pendidikan terhadap keluarga di atas segala-galanya. Dengan pendidikan akan dapat dihasilkan keturunan yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan Dia akan terus dijadikan tujuan hidupnya.
Kita bentengi keluarga kita
dari pengaruh negative yang ada di luar rumah atau di rumah sendiri yang
biasanya bisa masuk lewat media televisi dna internet serta majalah-majalah
atau buku-buku. Tanmkah nilai-nilai aqidah yang kuat pada diri anak dan
biasakan menerapkan akhlaqul karimah sejak dini serta diajar cara bergaul dan
berpaikaian islami.
Sebenarnya tidak cukup di kesempatan yang terbatas ini mengupas hikmah-hikmah sejarah nabi Ibrahim yang berkaitan dengan ibadah agung ini, Qurban. Banyak sisi-sisi baik yang kita ambil hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ibrahim juga disebut bapak
para Nabi karena dari beliau akan lahir keturunan dengan status nabi-nabi baik
dari garis Siti Hajar dan anaknya Ismail a.s maupun Siti Sarah dengan anaknya
Ishaq a.s (Israel). Peninggalannya yang akan runtuh pada saat terjadinya kiamat
adalah barupa bangunan persegi empat, yakni Baitullah dan akan terus dikunjungi
oleh ummat Islam di seluruh dunia walaupun sudah milyaran manusia yang
berkunjung sebelumnya sejak wafatnya beliau. Fakta ini sudah ditaqdirkan oleh
pemilik Baitullah (Allah) sebagai jawaban atas do’anya yang mengjharapkan
kemakmuran negeri mekkah.
Jumat, 05 November 2010
TAHUN 2020 JUMLAH TUNA NETRA DUNIA MENJADI 2X LIPAT
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Penyuluh Sosial pada Panti Sosial Bina Netra Tumou
Tou Manado
Badan kesehatan dunia WHO merillis data bahwa setidaknya
ada 40 – 45 juta penderita kebutaan (cacat netra)/gangguan penglihatan.
Pertahunnya tak kurang dari 7 juta orang mengalami kebutaan atau permenitnya
terdapat satu pentuduk bumi menjadi buta dan perorang mengalami kebutaan
perduabelas menit dan ironisnya, lagi-lagi wilayah dan negara miskinlah yang
kebanyakan penduduknya mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan, yaitu sekitar
90%.
Dan jika kondisi ini dibiarkan tanpa aksi yang nyata
maka WHO memperhitungkan pada tahun 2020 mendatang, kelak jumlah penduduk dunia
yang buta akan mencapai 2 kali lipat, kira-kira 80 – 90 juta orang.
Melalui peringatan World Sight Day yang jatuh
tanggal 14 Oktober baru lalu WHO mencanangkan tema Count Down 2020 menjadi
tonggak harapan dan cita-cita organisasi internasional itu untuk mengupayakan
penduduk dunia dapat terhindar dari masalah kebutaan dan gangguan penglihatan
serta memperoleh penglihatan yang optimal.
Hak untuk melihat secara optimal tanpa gangguan
penglihatan adalah Hak Asasi Manusia yang harus dijamin dan sejalan dengan
Delaration of Human Right. Maka dari itulah berdasarkan fakta yang memperlihatkan
bahwa 75% kebutaan termasuk kategori Avoidable Blindness (kebutaan yang
sebenarnya dapat dihindarkan), maka muncullah program Vision 2020 : Right to
Sight.
Saat ini ada Sembilan penyakit mata utama yang
merupakan avoidable blindness, yakni katarak, trakom, onkosersiasis, kebutaan
pada anak, kelainan tajam penglihatan, low vision, glaucoma, retinopati
diabetika, dan age related macular degeneration (ARMD).
Dan Indonesia adalah salah satu dari 40 negara yang
menandatangani resolusi WHA56.26, “Elimination of Avoidable Blindness” yang
dihasilkan dari komitmen kuat Negara-negara peserta World Health Assembly ke-56
yang berlangsung tahun 2003 silam, menuju Vision 2020.
Kasus
Indonesia
Survey Indra Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993
– 1996 menunjukkan angka kebutaan di Indonesia 1,5%-paling tinggi di Asia -
dibandingkan dengan Bangladesh 1%, India 0,7%, dan Thailand 0,3%. Artinya jika
ada 12 penduduk dunia buta dalam setiap 1 jam, empat di antaranya berasal dari
Asia Tenggara dan dipastikan 1 orangnya dari Indonesia. Survey ini juga
diaminkan oleh Direktur Jenderal Bina Kesmas Kementerian Kesehatan RI,
Budihardja. Kebutaan pada usia senja yang rentan terkena katarak sebagai
penyebab 75% kebutaan, kini menjadi ancaman yang pelik bagi negera kita. Biro
Pusat Statistik melaporkan bahwa pada tahun 2025 penduduk usia lanjut meningkat
menjadi 414 % dibandingkan dengan tahun 1990. Dan masyarakat Indonesia
berkecenderungan menderita 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di
daerah subtropis.
Tapi bagi penduduk dengan usia relatife muda tidak
bisa terlalu gembira mengingat data yang disuguhkan oleh Hellen Keller
Internasional cukup mengkhawatirkan. Dalam laporannya disebutkan bahwa di
beberapa daerah kumuh perkotaan yang tersebar di wilayah Sumatera Barat, Nusa
Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah,
dan DKI Jakarta tahun 1998 menunjukkan hampir 10 juta balita mengalami
avitominasis A. Data lain menunjukkan 10% dari 66 juta anak sekolah di
Indonesia mengalami kelainan refraksi (rabun jauh) dan dimungkinkan mereka akan
menjadi generasi muda Indonesia dengan kualitas hidup dan intelektual yang
rendah,
Kebutaan
dan gangguan penglihatan tidak hanya mengganggu produktivitas dan mobilitas,
tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi lingkungan, keluarga,
masyarakat dan negara artinya rendahnya produktivitas orang dengan kecacatannya
(tuna netra) jelas berdampak negatif kepada pendapatan (income) yang optimal
dari suatu keluarga dan kemudian suatu daerah tempat tinggalnya. Mobilitas
mereka yang rendah di lain pihak menjadi tanggungan orang yang melihat untuk
membantu bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain atau dari satu kegiatan
ke kegiatan yang lain sehingga produktifitas orang yang melihat pun menjadi
terganggu pula.
Upaya
pemerintah
Kementerian kesehatan RI berupaya untuk menghapus
kebutaan di Indonesia melalui program Vision 2010 : Right to Sight yang sejiwa
dengan semangat Badan Kesehatan Dunia WHO. Sebelumnya mantan Presiden RI ke-5
Megawati Sukarno Putri pada tahun 2000; tepatnya tanggal 15 Februari,
mencanangkan program Vision 2020 Rigt to Sight dengan target bahwa angka
kebutaan tahun 2005 turun menjadi 1,2%, tahun 2010 menjadi 1% dan 0,5% di tahun
2020.
Sementara Kementerian Kesehatan RI berupaya menangani
penyandang cacat netra secara klinis, Kementerian Sosial RI juga turun tangan
melakukan upaya rehabilitasi atau pembinaan para penca netra supaya mereka dapat
menjalani hidup mandiri tanpa tergantung orang lain dan selanjutnya dapat lebih
produktif sehingga mengurangi beban keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Pendirian Unit Pelayanan Teknis khusus
tuna netra oleh Kemensos di beberapa
daerah (Jawa, Sulawesi dan Bali) diharapkan mampu membantu percepatan program
Visi 2010 yang dicanangkan oleh pemerintah tahun 2000 lalu. Artinya kemensos
tidak dalam rangka menekan angka populasi penduduk dengan cacat netra di masa
mendatang, namun lebih pada penanganan penyandang cacat netra supaya keluar
dari kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.
Ayo kita cegah kebutaan.
Pola hidup yang kurang tepat sehari-hari dalam
memperlakukan mata atau menggunakan mata, berpotensi menyebabkan kelainan mata
di suatu waktu. Kalau data di atas menegaskan bahwa kebutaan yang dialami
penduduk dunia termasuk kategori Avoidable Blindness, berarti sejak dini
semestinya kita secara pribadi atau keluarga dapat berupaya mencegah segala faktor-faktor
penyebab kelainan mata.
Ada beberapa tips yang dapat dipraktekan dalam
keseharian kita sebagaimana yang sering disampaikan oleh para ahli mata di
berbagai mass media berformat artikel, hasil penelitian ilmiah, iklan produk
kesehatan atau penyuluhan kesehatan di rumah-rumah sakit atau Puskesmas supaya
kita dapat terhindar dari kesuakan mata yang permanen atau akut.
A.
Asupan
Sudah umum diketahui bahwa makanan yang mengandung
vitamin A dan betakaroten sangat baik untuk kesehatan mata. Oleh karena itu
bagi ibu-ibu yang baru memiliki bayi atau balita harus mengupayakan ketersediaan
makanan yang kaya dengan vitamin A. Pada ikan, buah-buahan dan sayuran banyak
didapati kandungan vitamin A.
Suplemen Herbal berbahan Jintan Hitam (Habbatussauda : Bhs. Arab; Nigella Sativa : Bhs.
Latin) yang sangat disarankan oleh Nabi Muhammad saw empat belas abad
lampau terbukti sangat kaya dengan betakaroten. Suplemen ini cukup aman
dikonsumsi oleh ibu menyusui dan anak-anak.
B.
Perilaku
Kebiasaan buruk saat membaca, menonton tv atau
menatap layar monitor komputer/laptop dapat menyebabkan mata akhirnya menjadi
sakit. Supaya mata kita tetap sehat lakukan hal-hal berikut :
1.
Beristirahatlah selama
5 hingga 10 menit setelah kurang lebih 2 jam mata kita berlelah-lelah menatap
monitor atau buku. Untuk computer jelas ada sinar radiasi yang memapar mata
dengan intensitas warnanya yang tidak stabil. Saat anda istirahat alihkan
pandangan ke aarah lain, syukur syukur jika ada pemandangan alam berupa hijau
daun pepohonan. Berkedip-kediplah untuk melumaskan mata yang lelah. Bahkan
sekarang sudah ditemukan senam mata. Caranya dengan melirik dari kanan ke kiri
dan sebaliknya, dari atas ke bawah dan sebaliknya, berputar dari kanan ke kiri
dan sebaliknya, serta diagonal dari kanan ke kiri dan sebaliknya, masing-masing
sekitar 5 hingga 10 kali.
2.
Saat membaca
buku hindari tempat yang remang-remang. Jangan membaca dalam posisi tidur
terlentang atau telungkup. Jarak mata ke buku minimal 30 cm. Sebaiknya bacalah
buku dengan ukuran font yang tidak terlalu kecil karena itu akan membuat kerja
mata kita menjadi lebih ekstra. Dan jarak yang aman saat di depan monitor tv kurang
lebih 5x diagonal layar monitor itu. Jarak 30 – 40 cm dinilai aman saat di
depan monitor computer dan posisi bagian atas layar sesuai dengan ketinggian
bola mata, minimal sedikit di bawah batas mata. Layar tv dan computer biasanya dilengkapi
dengan pengatur pencahayaan. Aturlah cahaya monitor hingga sedang dan tidak
terlalu terang atau patokannya adalah kenyamanan mata kita. Di masa kini sudah banyak
produk tv dan monitor computer berjenis LCD. Jika kita memiliki dana, akan
lebih baik kita gunakan monitor LCD yang memang radiasinya lebih rendah
daripada monitor CRT (masih menggunakan tabung).
3.
Pencahayaan
ruang baca dan ruang computer sebaiknya diatur. Di samping menggunakan lampu
dengan daya yang menghasilkan cahaya terang juga letaknya sebaiknya tepat di
atas kepala atau sedikit di belakang kepala kita, sehingga intensitas cahaya
cukup memadai.
4.
Kontaminasi
partikel debu atau kotoran pada mata kita dapat menimbulkan gangguan
penglihatan bahkan dapat menyebabkan katarak mata. Bagi kita yang suka
bepergian dengan menggunakan sepeda motor, apalagi di daerah perkotaan yang
tingkat polusinya tinggi, gunakanlah helm standar yang dilengkapi kaca penutup.
Jika hanya helm biasa, maka kenakanlah kaca mata pelindung. UU no. 22 tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mensyaratkan pengguna kendaraan
bermotor untuk memakai helm bersertifikat SNI karena di samping kepala aman
dari benturan terhadap berbagai benda keras, juga dapat mencegah mata dari
masuknya debu jalanan. Jika sudah terlanjur terkontaminasi debu lalu terasa
gatal, jangan dikucek dan segera gunakan tetes mata pembersih yang aman. Jika
iritasi masih berlanjut setelah dua atau tiga kali tetes, tidak ada jalan lain
kecuali harus ke dokter mata.
5.
Memeriksakan
mata kita secara periodic juga turut membantu pencegahan terhadap kemungkinan
resiko sakit mata. Frekuensi yang baik adalah satu kali dalam enam bulan.
Unsur-unsur yang diperiksa biasanya ketajaman penglihatan dan tekanan bola
mata.
Mencegah lebih baik daripada
mengobati.
Kita sudah mahfum dengan slogan tersebut. Keluarga
sebagai unit terkecil dari suatu bangsa harus turut andil dalam upaya pencegahan kebutaan pada taraf yang mudah
dilakukan sebagaimana tips-tips di atas. Jika kita masuk dalam kelompok yang
kurang suka dengah hal-hal bersifat patriotic (untuk kepentingan bangsa atau
kemanusiaan), maka mencegah kelainan dan gangguan penglihatan jelas bermanfaat
untuk masa depan penglihatan kita dan keluarga kita sendiri. Namun berbahagilah
orang-orang yang berjiwa patriot yang senantiasa jiwanya terpanggil untuk
melakukan AKSI demi kepentingan kemanusiaan dengan hal-hal yang kecil sekalipun,
dalam rangka MENCEGAH KEBUTAAN BANGSA DAN DUNIA.
Selamat memperingati World Sigth Day, Railhlah Vision 2020,
Right to Sight Indonesiaku.
Jumat, 29 Oktober 2010
DEMONSTRASI EKSPRESI PENCA NETRA
Oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Lagu tradisional Minahasa berjudul Ampuruk yang menggambarkan tentang pengalaman melihat keindahan alam dari puncak gunung mengalun merdu dari alat musik tradisional Kolintang yang dimainkan oleh para penyandang cacat netra. Ampuruk, menjadi awal penampilan inti dari Kegiatan bertajuk Malam Ekspresi Tuna Netra, Sabtu 16 Oktober 2010, di Manado. Malam ekspresi tuna netra merupakan bentuk Demo para tuna netra dalam kemahiran memainkan alat musik tradisional.
Para audiens yang memadati Ruang restoran Big Fish sebagai tempat terselenggaranya acara; sangat terkesan dan larut dalam suasana gembira menyaksikan penampilan apik para tuna netra yang piawai memukulkan.
stick pada bilah-bilah kayu kolintang dan juga sukses membawakan lima buah lagu tanpa kekeliruan.
Apalagi setelah penampilan kolintang deteruskan dengan demo alat musik harmoniika sisir dengan membawakan lagu-lagu pop daerah seperti Torang samua basudara. Melalui lagu ini mereka ingin menegaskan bahwa semua yang hadir di tempat itu khususnya dan masyarakat manado umumnya adalah baku saudara, baku sayang, dan baku bae sekalipun ada perbedaan suku, agama, status sosial bahkan kondisi tubuh yang normal ataupun cacat.
Kegiatan malam ekepresi tuna netra merupakan hasil kerja sama antara beberapa siswa PSBN Tumou Tou Manado, Yayasan SLB Borthemeus, dan eks penerima manfaat PSBN Tumou Tou Manado yang tergabung dalam organisasi PERTUNI Sulawesi Utara. Kegiatan malam ekspresi tuna netra yang berlangsung dari jam 20.00 s.d jam 22.00 WITA dikemas dengan sedikit formal, karena secara keseluruhan dimulai dengan menyanyikan lagu Hymne PERTUNI dan sambutan Ketua PERTUNI SULUT Cynthia Montolalu (tuna netra berstatus PSN Pemkot Manado).
Hadir dalam kesempatan itu adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop. Sulut DR. Drh. F D. Rotinsulu yang mewakili kehadiran Gubernur Sulut SH. Sarundajang, Pejabat teras Prop. Sulut, tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama dan beberapa tetua adat. Tidak ketinggalan, hadir pula kepala Panti Sosial Bina Netra Tumou Tou Manado Ibu Dra. Kamsiaty Rotty, M.Pd.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Gubernur SH. Sarundajang intinya sangat mendukung berbagai upaya mempromosikan dan mengangkat budaya lokal melalui alat-alat musk dan lagu-lagu tradisional. Sementara secara pribadi Kadis Budpar merasa sangat kagum dengan penampilan penyandang cacat netra yang mampu menunjukkan kemahiran mereka membawakan alat-alat musik tradisional. Beliau berjanji akan siap menjalin kerja sama dengan PERTUNI dalam usaha memajukan budaya Sulawesi Utara.
Acara malam ekspresi tuna netra yang dikawal oleh MC kawakan Kota Manado Om Kale, menurut ketua panitia Ardin Rahman diadakan dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang direncanakan akan diadakan pada akhir tahun 2010.
Lagu tradisional Minahasa berjudul Ampuruk yang menggambarkan tentang pengalaman melihat keindahan alam dari puncak gunung mengalun merdu dari alat musik tradisional Kolintang yang dimainkan oleh para penyandang cacat netra. Ampuruk, menjadi awal penampilan inti dari Kegiatan bertajuk Malam Ekspresi Tuna Netra, Sabtu 16 Oktober 2010, di Manado. Malam ekspresi tuna netra merupakan bentuk Demo para tuna netra dalam kemahiran memainkan alat musik tradisional.
Para audiens yang memadati Ruang restoran Big Fish sebagai tempat terselenggaranya acara; sangat terkesan dan larut dalam suasana gembira menyaksikan penampilan apik para tuna netra yang piawai memukulkan.
stick pada bilah-bilah kayu kolintang dan juga sukses membawakan lima buah lagu tanpa kekeliruan.
Apalagi setelah penampilan kolintang deteruskan dengan demo alat musik harmoniika sisir dengan membawakan lagu-lagu pop daerah seperti Torang samua basudara. Melalui lagu ini mereka ingin menegaskan bahwa semua yang hadir di tempat itu khususnya dan masyarakat manado umumnya adalah baku saudara, baku sayang, dan baku bae sekalipun ada perbedaan suku, agama, status sosial bahkan kondisi tubuh yang normal ataupun cacat.
Kegiatan malam ekepresi tuna netra merupakan hasil kerja sama antara beberapa siswa PSBN Tumou Tou Manado, Yayasan SLB Borthemeus, dan eks penerima manfaat PSBN Tumou Tou Manado yang tergabung dalam organisasi PERTUNI Sulawesi Utara. Kegiatan malam ekspresi tuna netra yang berlangsung dari jam 20.00 s.d jam 22.00 WITA dikemas dengan sedikit formal, karena secara keseluruhan dimulai dengan menyanyikan lagu Hymne PERTUNI dan sambutan Ketua PERTUNI SULUT Cynthia Montolalu (tuna netra berstatus PSN Pemkot Manado).
Hadir dalam kesempatan itu adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop. Sulut DR. Drh. F D. Rotinsulu yang mewakili kehadiran Gubernur Sulut SH. Sarundajang, Pejabat teras Prop. Sulut, tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama dan beberapa tetua adat. Tidak ketinggalan, hadir pula kepala Panti Sosial Bina Netra Tumou Tou Manado Ibu Dra. Kamsiaty Rotty, M.Pd.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Gubernur SH. Sarundajang intinya sangat mendukung berbagai upaya mempromosikan dan mengangkat budaya lokal melalui alat-alat musk dan lagu-lagu tradisional. Sementara secara pribadi Kadis Budpar merasa sangat kagum dengan penampilan penyandang cacat netra yang mampu menunjukkan kemahiran mereka membawakan alat-alat musik tradisional. Beliau berjanji akan siap menjalin kerja sama dengan PERTUNI dalam usaha memajukan budaya Sulawesi Utara.
Acara malam ekspresi tuna netra yang dikawal oleh MC kawakan Kota Manado Om Kale, menurut ketua panitia Ardin Rahman diadakan dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang direncanakan akan diadakan pada akhir tahun 2010.
Rabu, 20 Oktober 2010
STOP TRAFICKING ANAK DAN PEREMPUAN
Djunaedi, S.Pd.I
Traficking anak dan perempuan atau jual beli manusia dengan berbagai motif belum selesai berlangsung. Data menunjukkan bahwa 150 juta orang diperdagangkan dengan nilai 7 Milyar dollar amerika pertahun. Sedikitnya 700 ribu s.d 1 juta orang di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak Indonesia. Tahun 1999 lampau terdapat 1.718 kasus anak dan perempuan diperdagangkan. 1 tahun berikutnya ada 1.683 anak dan perempuan yang diperjualbelikan dengan wilayah persebaran meliputi Jakarta, Medan, Bandung, Padang, Surabaya, Bali dan Makassar. Harian Media Indonesia edisi 26 Februari 2003 melaporkan temuan LSM di Medan bahwa di wilayah Dumai Riau terdapat korban traficking yang akan dijadikan pelacur.
Intinya bahwa traficking itu memang ada dan bukan isapan jempol. Di TV dan Radio sering diberitakan korban-korban traficking. Beberapa orang bersaksi bahwa mereka awalnya diimingi pekerjaan dengan upah yang menggiurkan dan akhirnya dijerumuskan untuk menjadi tenaga parmuseks di tempat-tempat hiburan. Ada juga yang diculik secara paksa dan bahkan ada pula yang dibius terlebih dahulu. Dalam suatu laporan juga mereka tidak hanya diperdagangkan untuk dipekerjakan tetapi juga sering diambil organ-organ tubuhnya untuk diperdagangkan di pasar gelap organ manusia. Dan yang lebih tragis lagi ada orang tua yang rela melepaskan anak-anaknya dengan ditukar sejumlah uang demi menutupi kebutuhan sehari-hari sebagai akibat kondisi ekonomi yang kian terpuruk tiada akhir.
Ini memilukan dan menyayat hati nurani kita sebagai sesama mahluk Tuhan. Orang dewasa dengan segala kerakusannya, menafikkan nuraninya menjual anak-anak dan perempuan untuk dihinakan atau diambil bagian-bagian tubuhnya. Cobalah kita tengok orang-orang tua korban traficking, betapa luar biasa sedih tiada tara mereka ketika buah hati mereka yang mereka lahirkan dan didik sejak kecil dengan segala tetesan keringat dan air mata harus hilang dari sisi mereka tanpa mereka tahu nasibnya. Antara harap dan cemas mereka memikirkan anak-anak mereka sambil berikhtiar semampunya supaya bisa kembali lagi ke pangkuan dan pelukan. Rindu tak terperi harus mereka tanggung bersama linangan air mata dan munajat kepada Sang Khaliq demi keselamatan buah hati.
Saya yakin kita pun tidak pernah terlintas di benak seandainya kita akan mengalami hal semacam mereka, kalau perlu jangan sampai terjadi selamanya. Anak tidak dapat dibayar dengan apapun. Kehadirannya ke muka bumi sangat diharap-harapkan sebagai pengisi kehidupan orang tua atau keluarga yang ideal; ini kalau dibandingkan dengan jutaan pasangan suami istri yang belum dikaruniai keturunan.
Saudaraku ! Mari kita galang kerja sama untuk menghentikan segala bentuk upaya TRAFICKING dengan cara yang cukup simple.
1. beritahu anak kita agar tidak mudah percaya dengan orang lain yang baru dikenal;
2. Wanti-wanti anak untuk lekas pulang setelah selesai jam sekolah/kursus/latihan/pertemuan lainnya;
3. Tingkatkan keamanan lingkungan sekitar bersama masyarakat;
4. Koordinasi dengan aparat keamanan sebagai bentuk pencegahan;
5. Koleksi nomor-nomor telpon atau HP teman-teman anak kita;
6. Catat dan simpan nomor-nomor penting d tempat yang mudah dakses dalam waktu cepat saat darurat;
7. Monitor terus keberadaan anak dengan mengecek melalui HP;
8. Waspadai orang-orang di sektar lingkungan kita yang mencurigakan.
Mari bantu pemerintah selagi kita masih bisa melakukan pencegahan. Masing-masing dengan domainnya. Penindakan, Hukum, dan pengejaran pelaku harus ditangani oleh pemerintah secara serius. Sekali lagi STOP TRAFICKING SEKARANG JUGA !
TRAFICKING ADALAH PERBUDAKAN
oleh : Djunaedi, S.Pd.I
Menurut definisi yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) traficking berarti perekrutan, pengangkutan, pengiriman, atau penerimaan orang dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau jenis paksaan lainnya, penculikan, pemalsuan, penipuan atau penyalahgunaan kekuasaan atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau tunjangan dalam mencapai kesepakatan seseorang yang memiliki kendali atas orang lain dengan tujuan eksploitasi. Yang di maksud anak adalah seseorang dengan usia di bawah 18 tahun.
Sementara dalam UU RI no. 21/2007 traficking memiliki makna sebagai segala tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan ,penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan, atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dan orang yang memegang kendali atau orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Menurut definisi yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) traficking berarti perekrutan, pengangkutan, pengiriman, atau penerimaan orang dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau jenis paksaan lainnya, penculikan, pemalsuan, penipuan atau penyalahgunaan kekuasaan atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau tunjangan dalam mencapai kesepakatan seseorang yang memiliki kendali atas orang lain dengan tujuan eksploitasi. Yang di maksud anak adalah seseorang dengan usia di bawah 18 tahun.
Sementara dalam UU RI no. 21/2007 traficking memiliki makna sebagai segala tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan ,penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan, atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dan orang yang memegang kendali atau orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Langganan:
Postingan (Atom)